Rabu, 15 Mei 2013

Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup sendiri-sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari.

Pada kesempatan kali ini saya akan mewawancarai seorang mahasiswa yang juga merangkap seorang karyawan mengenai pandangan hidupnya.

Pewawancara >> Anisa Irany (I)
Nara sumber   >> Rahmat riyanto (R)

I: Selamat siang mas.
           
R: Selamat siang.

I: Maaf mas boleh saya minta waktunya sebentar?

R: Boleh, ada apa ya?

I: Saya ada tugas dari mata kuliah ilmu budaya dasar yaitu mewawancarai seseorang tentang pandangan hidupnya. Kalo boleh saya ingin mewawancarai mas.
           
R: Boleh, silahkan saja.

I: Terimakasih. Pertama bisakah mas memperkenalkan diri?
           
R: Oh iya, nama saya Rahmat Riyanto.

I: Tinggal dimana mas?
                       
R: Saya tinggal di Jalan Balinda Raya blok C/161 RT 05/10 Perum. Babelan indah.

I: Mas sekarang bekerja atau kuliah?
           
R: Saya bekerja sambil kuliah.

I: Oh ya? Dimana mas bekerja dan kuliah?

R: Saya bekerja di Kimia Farma dan kuliah di Universitas Gunadarma.

I: Boleh tau jurusan yang di ambil?

R: Saya mengambil jurusan teknik industri.

I: Kenapa mas mengambil jurusan tersebut?

R: Saya tertarik sama bidang teknik karena menurut saya lulusan teknik industri itu luas prospek kerjanya di luar.

I: Bukannya mas sekarang bekerja di kimia farma, kenapa tidak mengambil jurusan yang berhubungan dengan tempat kerja ?

R: Pertama karena jurusan farmasi itu mahal, untuk menjadi seorang pharmacist itu gak hanya sampai sarjana farmasi aja, tapi ada kelanjutannya yaitu 1 tahun lagi profesi apoteker.
Kedua farmasi itu gak bisa disambi sama kerja, sedangkan saya harus kerja, gak tega sama orang tua. Ketiga farmasi itu jauh lebih susah hafalan bahasa latin farmakologinya. Terus saya mencari jurusan lain dan sempat mencari ke universitas lain tapi pilihan hati jatuh ke Teknik Industrinya Gunadarma.

I: Oh begitu, kenapa memilih Universitas Gunadarma mas?

R: Gunadarma satu jalur sama jalan pulang pergi tempat saya bekerja, Gunadarma juga memiliki image akreditasi yang baik, biayanya juga lumayan terjangkau.

I: Oh iya, mas kan kuliah sambil bekerja, adakah kendala yang di hadapi. Misalnya soal mengatur jadwal atau waktu?

R: Kalo soal waktu jelas sangat ribet mengatur waktu antara kerja dan kuliah. Apalagi pada hari sabtu saya kuliah dari pagi sampai sore, terus tugas praktikum yang peraturannya lumayan ketat membuat jam istirahat saya keambil semua untuk membuat laporan. Selain itu waktu ujian utama yang pagi membuat yang kerja sulit lagi mengatur waktunya. Itu aja sih kendalanya. Tapi buat saya kalo kita niat, ikhlas dan senang melakukannya insya allah pasti semua ada jalannya kok. Buktinya saya lancar-lancar aja.

I: Benar sekali, semua kegiatan yang kita lakukan dengan niat yang baik dan perasaan yang senang pasti akan terasa lebih mudah. Mengenai pandangan hidup, kalo boleh saya tau pandangan hidup mas apa?

R: Pandangan hidup saya itu menjadi orang yang sukses dunia akhirat, membahagiakan orang tua, menikah hidup bahagia berdua, dan insya allah bisa berguna buat sesama. Terakhir adalah menjadi seorang sarjana teknik yang sukses dalam karir. Agar semua itu tercapai harus dengan niat, usaha, kerja keras dan tidak lupa untuk selalu berdoa. Insya allah semua yang kita inginkan akan tercapai.

I: Amin. Semoga sukses dan segala yang mas inginkan tercapai. Baiklah sekian wawancara yang saya lakukan, terimakasih mas sudah mau meluangkan waktunya

R: Iya sama-sama, semoga tugasnya mendapatkan nilai yang bagus.

I: Amin.

Demikianlah wawancara yang saya lakukan, dari wawancara tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam melakukan segala kegiatan harus di lakukan dengan niat, usaha, kerja keras dan doa serta setiap kegiatan yang kita kerjakan harus dilakukan dengan senang dan ikhlas agar semuanya berjalan dengan lancar.


2 komentar: